5. اِسْم إِشَارَة ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)

Maret 14, 2009

Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.

Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:

1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat: هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat: هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku)
2)
Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat: ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku)

Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:

1) هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)

2) ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)

Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:

1) هَذَا menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ (= ini dua buah buku)

2) هَذِهِ menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (= ini dua buah majalah)

3) ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)

4) تِلْكَ menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)

Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua), maka baik Mudzakkar maupun Muannats, semuanya menggunakan: هَؤُلاَءِ (= ini) untuk menunjuk yang dekat; dan أُلَئِكَ (= itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh:

هَؤُلاَءِ كُتُبٌ أُلَئِكَ كُتُبٌ
(= ini adalah buku-buku) (= itu adalah buku-buku)
هَؤُلاَءِ مَجَلاَّتٌ أُلَئِكَ مَجَلاَتٌ
(= ini adalah majalah-majalah) (= itu adalah majalah-majalah)

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!


q. إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا “INNA” DAN “KANA” SERTA “KAWAN-KAWANNYA”

Maret 13, 2009

إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا
“INNA” DAN “KANA” SERTA “KAWAN-KAWANNYA”

Kata إِنَّ (=sesungguhnya) dan كَانَ (=adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah kaidah I’rab yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut:

1) Bila Harf إِنَّ (=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun Jumlah Fi’liyyah maka Mubtada’ atau Fa’il yang asalnya Isim Marfu’ akan menjadi Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini:

Jumlah tanpa Inna

Jumlah dengan Inna

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ

إِنَّ الْبَيْتَ كَبِيْرٌ

(=rumah itu besar)

(=sesungguhnya rumah itu besar)

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ غَالٌ

لَكِنَّ اَلْبَيْتَ الْكَبِيْرَ غَالٌ

(=rumah besar itu mahal)

(=akan tetapi rumah besar itu mahal)

نَصَرَ اللهُ الْمُؤْمِنَ

لَعَلَّ اللهَ يَنْصُرُ الْمُؤْمِنَ

(=Allah menolong mukmin)

(=semoga Allah menolong mukmin)

Yang termasuk kawan-kawan إِنَّ antara lain:
أَنَّ (=bahwasanya), كَأَنَّ (=seolah-olah), لَكِنَّ (=akan tetapi), لَعَلَّ (=agar supaya), لَيْتَ (=andaisaja), لاَ (=tidak, tidak ada).

2) Bila Fi’il كَانَ (=adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah maka Khabar yang asalnya Isim Marfu’ akan menjadi Isim Manshub.

Jumlah tanpa Kana

Jumlah dengan Kana

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ كَانَ الْبَيْتُ كَبِيْرًا

(=rumah itu besar)

(=adalah rumah itu besar)

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ ظَلَّ الْبَيْتُ كَبِيْرًا جَمِيْلاً
(=rumah itu besar lagi cantik)

(=jadilah rumah itu besar lagi cantik)

مُحَمَّدٌ سَعِيْدٌ

مَا زَالَ مُحَمَّدٌ سَعِيْدًا

(=Muhammad bahagia)

(=Muhammad senantiasa bahagia)

Adapun yang termasuk kawan-kawan كَانَ (=adalah) antara lain:
أَصْبَحَ
/ أَضْحَى / ظَلَّ / أَمْسَى / بَاتَ /
صَارَ (=menjadi),
مَا
زَالَ (=senantiasa), مَا دَامَ (=selama), مَا (=tidak), لَيْسَ (=tidak).

Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.


s. اِسْم غَيْرُ مُنَوَّن ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)

Maret 13, 2009

اِسْم غَيْرُ مُنَوَّن
ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)

Dalam kaitannya tentang Alamat I’rab Far’iyyah (tanda-tanda I’rab cabang), kita harus mempelajari golongan Isim yang huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah (hanya menerima baris dhammah dan fathah).

Isim-isim ini dinamakan ISIM GHAIRU MUNAWWAN yang terdiri dari:

1) Semua Isim ‘Alam (Nama) yang diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah Mudzakkar). Misalnya: فَاطِمَةُ (=Fatimah), آمِنَةُ (=Aminah), مَكَّةُ (=Makkah), مُعَاوِيَةُ (=Muawiyah), حَمْزَةُ (=Hamzah), dan sebagainya.

2) Semua Isim ‘Alam Muannats (meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah). Misalnya: خَدِيْجَةُ (=Khadijah), سَوْدَةُ (=Saudah), زَيْنَبُ (=Zainab), بَغْدَادُ (=Bagdad), دِمَشْقُ (=Damaskus), dan sebagainya.

3) Isim ‘Alam yang merupakan kata serapan atau berasal dari bahasa ‘ajam (bukan Arab). Misalnya: إِبْرَاهِيْمُ (=Ibrahim), دَاوُدُ (=Dawud), يُوْسُفُ (=Yusuf), فِرْعَوْنُ (=Fir’aun), قَارُوْنُ (=Qarun), dan sebagainya.

4) Isim ‘Alam yang menggunakan wazan (pola/bentuk) Fi’il. Misalnya: يَزِيْدُ (=Yazid), أَحْمَدُ (=Ahmad), يَثْرِبُ (=Yatsrib), dan sebagainya.

5) Isim ‘Alam yang menggunakan wazan فُعَل . Misalnya: عُمَرُ (=Umar), زُحَلُ (=Zuhal), جُحَا (=Juha), dan sebagainya.

6) Semua Isim, baik Isim ‘Alam maupun bukan, yang diakhiri dengan huruf Alif-Nun. Misalnya: عُثْمَانُ (=Utsman), سُلَيْمَانُ (=Sulaiman), رَمَضَانُ (=Ramadhan), جَوْعَانُ (=lapar), غَضْبَانُ (=marah), dan sebagainya.

7) Semua Isim yang menggunakan wazan (pola/bentuk) أَفْعَل . Misalnya: أَفْضَلُ (=lebih utama), أَكْبَرُ (=lebih besar), أَسْوَدُ (=hitam), dan sebagainya.

8) Isim Jamak yang mempunyai wazan yang di tengahnya terdapat Mad Alif. Misalnya: رَسَائِلُ (=surat-surat), أَنَاشِيْدُ (=nasyid-nasyid), شَوَارِعُ (=jalan-jalan), قَبَائِلُ (=suku-suku), dan sebagainya.

9) Isim ‘ADAD (عَدَد) atau Bilangan dari satu sampai sepuluh yang menggunakan wazan فَعَال atau مَفْعَل . Misalnya: ثُلاَثُ (=tiga), رُبَاعُ (=empat), خُمَاسُ (=lima), مَعْشَرُ (=kelompok), dan sebagainya.

10) Isim أُخَرُ (=yang lain) yang merupakan bentuk Jamak dari أُخْرَى .

11) Isim yang huruf akhirnya berupa Alif Mamdudah ( أَلِف مَمْدُوْدَة ) atau Alif Lurus ( اء ). Misalnya: زَهْرَاءُ (=yang berkilau), عُلَمَاءُ (=orang-orang berilmu), أَصْدِقَاءُ (=teman-teman), dan sebagainya.

Seperti dinyatakan di awal tadi, Isim-isim di atas huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin dan kasrah. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan I’rab, Isim Ghairu Munawwan mempunyai alamat atau tanda-tanda I’rab sebagai berikut:

a. I’rab Rafa’ dan I’rab Nashab tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris Dhammah untuk I’rab Rafa’ dan baris Fathah untuk I’rab Nashab.

b. I’rab Jarr tidak menggunakan baris Kasrah melainkan baris Fathah.

جَاءَ سُلَيْمَانُ

= datang Sulaiman

رَأَيْتُ سُلَيْمَانَ

= aku melihat Sulaiman

سَلَّمْتُ عَلَى سُلَيْمَانَ

= aku memberi salam kepada Sulaiman

Sebagai perkecualian, bila Isim-isim tersebut menggunakan awalan Alif-Lam Ma’rifah, maka ia menerima baris kasrah bila terkena I’rab Jarr. Perhatikan:

سَلَّمْتُ عَلَى قَبَائِلَ

= aku memberi salam kepada suku-suku

سَلَّمْتُ عَلَى الْقَبَائِلِ

= aku memberi salam kepada suku-suku itu
سَلَّمْتُ عَلَى عُلَمَاءَ = aku memberi salam kepada para ulama

سَلَّمْتُ عَلَى الْعُلَمَاءِ

= aku memberi salam kepada para ulama itu

Namun masih ada lagi kelompok Isim Ghairu Munawwan yang huruf akhirnya selalu tetap, tidak mengalami perubahan baris apapun. Yaitu:
12) Isim-isim yang huruf akhirnya Alif Maqshurah (
أَلِف مَقْصُوْرَة ) atau Alif Bengkok ( ى tanpa titik dua). Misalnya: مُوْسَى (=Musa), عِيْسَى (=Isa), هُدَى (=petunjuk), طُوَى (=Thuwa: nama bukit), dan sebagainya.

Isim-isim ini huruf akhirnya tidak pernah berubah, dalam keadaan I’rab apapun.

جَاءَ مُوْسَى

= datang Musa
رَأَيْتُ مُوْسَى = aku melihat Musa
سَلَّمْتُ عَلَى مُوْسَى

= aku memberi salam kepada Musa

Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.


Kamus Bahasa Arab Indonesia

Maret 3, 2009

Assalaamu’alaikum wr wb

Bagi teman-teman yang membutuhkan saja ya. Software ini menurut saya cukup bagus. Saya udah pernah menjajalnya. Bisa entry-entry yang ada di kamus tersebut bisa kita copy-paste. Termasuk huruf Arab-nya. Disarankan mensetting fasilitas multi-language di Windows XP di komputernya untuk bisa menampilkan font arabic. Berminat? Silakan  [unduh di sini] Semoga bermanfaat.

Salam,

PS: file dalam format .zip[jadi sebelum digunakan harus di-unzip terlebih dahulu]


r. عَلاَمَات الْفَرْعِيَّة ALAMAT FAR’IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)

Maret 3, 2009

عَلاَمَات الْفَرْعِيَّة
ALAMAT FAR’IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)

Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda asli (pokok) dari I’rab yaitu baris Dhammah untuk I’rab Rafa’, baris Fathah untuk I’rab Nashab, dan baris Kasrah untuk I’rab Jarr.

Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari Alamat Ashliyyah untuk menunjukkan I’rab Rafa’, Nashab atau Jarr tersebut, karena bentuknya yang khas, mereka menggunakan Alamat Far’iyyah yaitu:

1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual).
a. I’rab Rafa’ ditandai dengan huruf Alif-Nun ( ان )
b. I’rab Nashab dan I’rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun
( ين )

جَاءَ رَجُلاَنِ

= datang dua orang lelaki
رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ = aku melihat dua orang lelaki
سَلَّمْتُ عَلَى رَجُلَيْنِ = aku memberi salam kepada dua orang lelaki

2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan).
a. I’rab Rafa’ ditandai dengan huruf Wau-Nun (
ون )
b. I’rab Nashab dan I’rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun (
ين )

جَاءَ الْمُسْلِمُوْنَ = datang kaum muslimin
رَأَيْتُ الْمُسْلِمِيْنَ = aku melihat kaum muslimin
سَلَّمْتُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ

= aku memberi salam kepada kaum muslimin

3) Al-Asma’ al-Khamsah ( اَلأَسْمَاء الْخَمْسَة ) atau “isim-isim yang lima” yakni: أَبٌ (=ayah), أَخٌ (=saudara), حَمٌ (=ipar), ذُوْ (=pemilik) dan فَمٌ (=mulut). Isim-isim ini memiliki perubahan bentuk yang khas sebagai berikut:
a. I’rab Rafa’ ditandai dengan huruf Wau ( و ) di akhirnya
b. I’rab Nashab ditandai dengan huruf Alif ( ا ) di akhirnya
c. I’rab Jarr ditandai dengan huruf Ya ( ي ) di akhirnya

جَاءَ أَبُوْ بَكْرٍ

= datang Abubakar

رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ = aku melihat Abubakar
سَلَّمْتُ عَلَى أَبِيْ بَكْرٍ

= aku memberi salam kepada Abubakar

Hafalkanlah kelompok-kelompok Isim yang mempunyai tanda-tanda I’rab yang khas ini, sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.


q. إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا “INNA” DAN “KANA” SERTA “KAWAN-KAWANNYA”

Maret 3, 2009

إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا
“INNA” DAN “KANA” SERTA “KAWAN-KAWANNYA”

Kata إِنَّ (=sesungguhnya) dan كَانَ (=adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah kaidah I’rab yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut:

1) Bila Harf إِنَّ (=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun Jumlah Fi’liyyah maka Mubtada’ atau Fa’il yang asalnya Isim Marfu’ akan menjadi Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini:

Jumlah tanpa Inna

Jumlah dengan Inna

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ

إِنَّ الْبَيْتَ كَبِيْرٌ

(=rumah itu besar)

(=sesungguhnya rumah itu besar)

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ غَالٌ

لَكِنَّ اَلْبَيْتَ الْكَبِيْرَ غَالٌ

(=rumah besar itu mahal)

(=akan tetapi rumah besar itu mahal)

نَصَرَ اللهُ الْمُؤْمِنَ

لَعَلَّ اللهَ يَنْصُرُ الْمُؤْمِنَ

(=Allah menolong mukmin)

(=semoga Allah menolong mukmin)

Yang termasuk kawan-kawan إِنَّ antara lain:
أَنَّ (=bahwasanya), كَأَنَّ (=seolah-olah), لَكِنَّ (=akan tetapi), لَعَلَّ (=agar supaya), لَيْتَ (=andaisaja), لاَ (=tidak, tidak ada).

2) Bila Fi’il كَانَ (=adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah maka Khabar yang asalnya Isim Marfu’ akan menjadi Isim Manshub.

Jumlah tanpa Kana

Jumlah dengan Kana

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ كَانَ الْبَيْتُ كَبِيْرًا

(=rumah itu besar)

(=adalah rumah itu besar)

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ ظَلَّ الْبَيْتُ كَبِيْرًا جَمِيْلاً
(=rumah itu besar lagi cantik)

(=jadilah rumah itu besar lagi cantik)

مُحَمَّدٌ سَعِيْدٌ

مَا زَالَ مُحَمَّدٌ سَعِيْدًا

(=Muhammad bahagia)

(=Muhammad senantiasa bahagia)

Adapun yang termasuk kawan-kawan كَانَ (=adalah) antara lain:
أَصْبَحَ
/ أَضْحَى / ظَلَّ / أَمْسَى / بَاتَ /
صَارَ (=menjadi),
مَا
زَالَ (=senantiasa), مَا دَامَ (=selama), مَا (=tidak), لَيْسَ (=tidak).

Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.


u. عَدَد ‘ADAD (BILANGAN)

Maret 3, 2009

Mula-mula, anda harus mengafalkan sepuluh bentuk dasar dari ‘Adad (Bilangan):

1 وَاحِدٌ 6 سِتُّ
2 اِثْنَانِ 7 سَبْعُ
3 ثَلاَثُ 8 ثَمَانِي
4 أَرْبَعُ 9 تِسْعُ
5 خَمْسُ 10 عَشْرُ

Dalam penggunaannya, bentuk-bentuk dasar ‘Adad tersebut akan mengalami sedikit perubahan dengan ketentuan sebagai berikut:
Bilangan 1 (
وَاحِدٌ) terletak di belakang Isim Mufrad dan bilangan 2 (اِثْنَانِ) terletak di belakang Isim Mutsanna. Bila Isim yang dibilangnya itu adalah Muannats maka bentuknya pun menjadi Muannats. Contoh:

ISIM MUDZAKKAR

ISIM MUANNATS

قَلَمٌ وَاحِدٌ = sebuah pena مَجَلَّةٌ وَاحِدَةٌ = sebuah majalah
قَلَمَانِ اثْنَانِ = 2 buah pena مَجَلَّتَانِ اثْنَتَانِ = 2 buah majalah

Bilangan 3 sampai 10 terletak di depan Isim Jamak. Bila Isim Jamak tersebut adalah Mudzakkar maka bentuk ‘Adad-nya adalah Muannats, sedang bila Isim Jamak tersebut adalah Muannats maka bentuk ‘Adad-nya adalah Mudzakkar:

JAMAK MUDZAKKAR

JAMAK MUANNATS

ثَلاَثَةُ أَقْلاَمٍ = 3 pena ثَلاَثُ مَجَلاَّتٌ = 3 majalah
أَرْبَعَةُ أَقْلاَمٍ = 4 pena أَرْبَعُ مَجَلاَّتٌ = 4 majalah
خَمْسَةُ أَقْلاَمٍ = 5 pena خَمْسُ مَجَلاَّتٌ = 5 majalah
سِتَّةُ أَقْلاَمٍ = 6 pena سِتُّ مَجَلاَّتٌ = 6 majalah
سَبْعَةُ أَقْلاَمٍ = 7 pena سَبْعُ مَجَلاَّتٌ = 7 majalah
ثَمَانِيَةُ أَقْلاَمٍ = 8 pena ثَمَانِي مَجَلاَّتٌ = 8 majalah
تِسْعَةُ أَقْلاَمٍ = 9 pena تِسْعُ مَجَلاَّتٌ = 9 majalah
عَشْرَةُ أَقْلاَمٍ = 10 pena عَشْرُ مَجَلاَّتٌ = 10 majalah

Adapun bilangan belasan (11 sampai 19) terletak di depan Isim Mufrad (Isim Tunggal) meskipun jumlahnya adalah jamak (banyak). Perhatikan pola Mudzakkar dan Muannatsnya serta tanda baris fathah di akhir setiap katanya:

ISIM MUDZAKKAR

ISIM MUANNATS

أَحَدَ عَشَرَ قَلَمًا = 11 إِحْدَى عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 11
اِثْنَا عَشَرَ قَلَمًا = 12 اِثْنَتَا عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 12
ثَلاَثَةَ عَشَرَ قَلَمًا = 13 ثَلاَثَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 13
أَرْبَعَةَ عَشَرَ قَلَمًا = 14 أَرْبَعَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 14
خَمْسَةَ عَشَرَ قَلَمًا = 15 خَمْسَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 15
سِتَّةَ عَشَرَ قَلَمًا = 16 سِتَّ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 16
سَبْعَةَ عَشَرَ قَلَمًا = 17 سَبْعَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 17
ثَمَانِيَةَ عَشَرَ قَلَمًا = 18 ثَمَانِيَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 18
تِسْعَةَ عَشَرَ قَلَمًا = 19 تِسْعَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 19

Bilangan 20, 30, 40, dsb bentuknya hanya satu macam yakni Mudzakkar, meskipun terletek di depan Isim Mudzakkar maupun Muannats. Contoh:

ISIM MUDZAKKAR

ISIM MUANNATS

عِشْرُوْنَ قَلَمًا = 20 عِشْرُوْنَ مَجَلَّةً = 20
ثَلاَثُوْنَ قَلَمًا = 30 ثَلاَثُوْنَ مَجَلَّةً = 30
أَرْبَعُوْنَ قَلَمًا = 40 أَرْبَعُوْنَ مَجَلَّةً = 40
خَمْسُوْنَ قَلَمًا = 50 خَمْسُوْنَ مَجَلَّةً = 50

Angka satuan dalam bilangan puluhan, disebutkan sebelum angka puluhannya; dan perubahan bentuk (Mudzakkar atau Muannats) angka satuan tersebut mengikuti perubahan bentuk Isim yang dihitungnya dengan pola seperti berikut:

ISIM MUDZAKKAR

ISIM MUANNATS

وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ قَلَمًا = 21 وَاحِدَةُ وَعِشْرُوْنَ مَجَلَّةً = 21
اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ قَلَمًا = 22 اِثْنَتَانِ وَعِشْرُوْنَ مَجَلَّةً = 22
ثَلاَثَةٌ وَعِشْرُوْنَ قَلَمًا = 23 ثَلاَثٌ وَعِشْرُوْنَ مَجَلَّةً = 23
أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ قَلَمًا = 24 أَرْبَعٌ عَشْرَةَ مَجَلَّةً = 24
وَاحِدٌ وَثَلاَثُوْنَ قَلَمًا = 31 وَاحِدَةُ وَثَلاَثُوْنَ مَجَلَّةً = 31
اِثْنَانِ وَثَلاَثُوْنَ قَلَمًا = 32 اِثْنَتَانِ وَثَلاَثُوْنَ مَجَلَّةً = 32
ثَلاَثَةٌ وَثَلاَثُوْنَ قَلَمًا = 33 ثَلاَثٌ وَثَلاَثُوْنَ مَجَلَّةً = 33
أَرْبَعَةٌ وَثَلاَثُوْنَ قَلَمًا = 34 أَرْبَعٌ وَثَلاَثُوْنَ مَجَلَّةً = 34

Bilangan ratusan dan ribuan terletak di depan puluhan dan satuannya.

ISIM MUDZAKKAR

ISIM MUANNATS

مِائَةُ قَلَمٍ = 100 مِائَةُ مَجَلَّةٍ = 100
مِائَةُ قَلَمٍ وَقَلَمٌ = 101 مِائَةُ مَجَلَّةٍ وَمَجَلَّةٌ = 101
مِائَةُ وَعَشْرَةُ أَقْلاَمٍ = 110 مِائَةُ وَعَشْرُ مَجَلاَّتٍ = 110
مِائَتَا قَلَمٍ = 200 مِائَتَا مَجَلَّةٍ = 200
مِائَتَا وَثَلاَثُوْنَ قَلَمًا = 230 مِائَتَا وَثَلاَثُوْنَ مَجَلَّةً = 230
ثَلاَثُ مِائَةٍ قَلَمًا = 300 ثَلاَثُ مِائَةٍ مَجَلَّةٍ = 300
أَلْفُ قَلَمٍ = 1000 أَلْفُ مَجَلَّةٍ = 1000

Adapun bilangan bertingkat (pertama, kedua, ketiga, kesepuluh, dan seterusnya) mengalami sedikit perubahan bentuk sebagai berikut:

أَوَّلُ = pertama سَادِسُ = ke enam
ثَانِي = ke dua سَابِعُ = ke tujuh
ثَالِثُ = ke tiga ثَامِنُ = ke delapan
رَابِعُ = ke empat تَاسِعُ = ke sembilan
خَمْسُ = ke lima عَاشِرُ = ke sepuluh

Bila digunakan dalam bentuk kalimat, memiliki bentuk Mudzakkar dan Muannats yang mengikuti Isim Mudzakkar dan Muannats yang di depannya:

ISIM MUDZAKKAR

ISIM MUANNATS

الْبَابُ اْلأَوَّلُ = Bab Pertama الْغُرْفَةُ اْلأُوْلَى = Kamar Pertama
الْبَابُ الثَّانِيْ = Bab Kedua الْغُرْفَةُ الثََّانِيَةُ

= Kamar Kedua

الْبَابُ الثَّالِثُ = Bab Ketiga الْغُرْفَةُ الثَّالِثَةُ = Kamar Ketiga
الْبَابُ الرَّابِعُ = Bab Keempat الْغُرْفَةُ الرَّابِعَةُ = Kamar Keempat

Untuk bilangan bertingkat di atas 10 (kesebelas, keduapuluh, dst) maka hanya angka satuannya saja yang mengikuti perubahan bentuk seperti di atas. Contoh:

الْبَابُ الْحَادِيَ عَشَرَ = Bab Kesebelas
الْبَابُ الثَّانِيَ عَشَرَ = Bab Kedua Belas
الْبَابُ الْعِشْرُوْنَ = Bab Kedua Puluh
الْغُرْفَةُ الثَّالِثَةُ وَالْعِشْرُوْنَ = Kamar Kedua Puluh Tiga
الْغُرْفَةُ السَّادِسَةُ وَالسِّتُّوْنَ = Kamar Keenam Puluh Enam
الْغُرْفَةُ الثَّامِنَةُ وَالْمِائَةُ = Kamar Keseratus Delapan

Agar lancar menyebut angka dengan Bahasa Arab, anda harus sering membaca setiap angka yang anda temukan dengan menggunakan Bahasa Arab.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.